Sabtu, 12 Maret 2011

Ujung Tombak Kekuatan Darat

  • Meski selama beribu-ribu tahun, para prajurit dari seantero dunia senantiasa selalu merasa survivor dan yakin atas kemampuan tempurnya sendiri, mereka toh tak pernah bisa mengingkari keberadaan kuda sbg tunggangan paling dahsyat yang telah mengiringi mereka ke berbagai medan pertempuran. Kekuatan dan mobilitasnya bahkan telah membuahkan pasukan khusus yang kemudian dicatat sejarah dengan nama Kavaleri atau Cavalry. Cavalry sendiri diambil dari istilah cheval yg artinya kuda.
  • Kuda telah mengiringi prajurit ke medan pertempuran sejak 1650 SM. Berawal dari konflik-konflik antar bangsa di Timur Tengah untuk kemudian merembet hingga ke Eropa, Asia dan Amerika. Mereka ini rata-rata adalah pasukan kebanggaan dan ujung tombak dari sebuah bangsa, negara yg baru berdiri, atau kerajaan. Tempo dulu, di Inggris dan Perancis bahkan pernah berjaya sekelompok pasukan berkuda yg biasa disebut knight. Mereka ini adalah orang-orang pilihan kerajaan.
  • Jika para infanteri biasa disebut sbg pasukan pertama tertua di muka Bumi ini, mereka ini kerap dijuluki pasukan tertua kedua setelah infanteri. Di medan pertempuran, kavaleri biasanya menjadi ujung tombak yg membuka serangan. Setelah pertempuran dibuka, barulah para infanteri akan memulai manuvernya.
  • Lalu, kenapa mereka memilih kuda? Sederhana saja. Pilihan terhadap hewan yg satu ini tak lepas dari latar belakang kekuatannya dan kedekatannya dengan manusia yg telah dijalin sejak jaman Neolitikum. Di berbagai negara, khususnya di Timur Tengah, juga kerap digunakan unta dan keledai. Kedua hewan ini juga tergolong kuat, tetapi tidak sepandai kuda.
  • Seorang ahli sejarah pernah mengatakan, bahwa di atas pelana kuda, seorang prajurit akan kelihatan gagah, lebih tinggi, lebih cepat dan lebih kokoh. Kelebihan lain dari penggunaan kuda adalah mempertinggi mobilitas.
  • Dengan demikian dapat dipahami mengapa seorang perwira akan bangga dan naik prestisenya jika diabadikan sedang menunggang kuda kesayangannya. Dua tokoh dunia yg pernah diabadikan dengan kuda kesayangannya adalah George Washington dan Napoleon Bonaparte.
  • "Kuda bahkan dapat menjadi instrumen untuk melipatgandakan kemampuan tempur, bahkan dari pasukan yg berjumlah kecil sekalipun. Pasukan berkuda dapat melakukan berbagai manuver. Mulai dari gerakan melambung, serbuan dadakan, atau bahkan penyelamatan dan penyelamatan diri jika memang diperlukan."
  • Dalam sejarah, seluruh taktik kelebihan kavaleri pernah diterapkan dalam Battle of Gettysburg pada juli 1863 di Amerika. Dalam pertempuran kavaleri yg tergolong besar-besaran ini berhadapan pasukan andalan Presiden Abraham Lincoln yg biasa dikenal sebagai Pasukan Union (Utara) dengan Pasukan Konfederasi dari wilayah Selatan. Dari pertempuran ini, orang mulai menyimak bahwa jika dua pasukan kavaleri berhadapan, akhir pertempuran biasanya diwarnai dengan keporakporandaan yang luar biasa, jumlah korban yg besar, dan tak ada kemenangan yg mutlak dari satu pihak. Kedua pihak biasanya sama-sama babak belur.
  • Diakhir pertempuran yg berlangsung selama tiga hari itu, Pasukan Utara kehilangan 23.000 personelnya, sementara pihak Konfederasi kehlangan 28.000 personel. Ikut pula menjadi korban dalam pertempuran ini: 3.000 ekor kuda yg menjadi tunggangan mereka. Kemenangan tipis berhasil diraih Pasukan Utara yg berada dibawah pimpinan Jenderal Ullyses S. Grant semata-mata karena Jenderal Robert E. Lee tak tahan melihat besarnya jumlah korban dan kerugian dalam pertempuran ini.
  • Memasuki dasawarsa 1930-an, sebuah perubahan besar atau lebih tepat dikatakan sebagai evolusi dialami kavaleri dunia berkat kehadiran tank atau kendaraan tempur lapis baja. Mereka merasa terhormat disebut sebagai pasukan kavaleri modern karena ketangguhan tank di berbagai medan yg sulit bisa menjadi simbol ketangguhan kuda. Era ini dimulai lewat kemunculan prototipe tank ciptaan seorang perwira Inggris bernama Mayor Percy Hobart. Pasukan dengan kendaraan yang motorized dan mechanized ini biasa juga disebut Tank Cavalry Force
  • Kemunculan tank tetap memperlihatkan aura yg serupa dengan ketika "tunggangan" mereka masih berupa kuda. Masif! Tetapi, kulit yg tahan peluru telah membawa mereka kepada nuansa kemampuan yg baru. Mereka, misalnya, juga mampu melakukan scouting, skirmishing, reconnaissance, dan defensive screening. Dalam spektrum yg sangat luas, kemampuan ini pernah dicobakan dalam pertempuran klasik antara tentara Rusia dan Jerman di Kursk pada juli 1943.
  • Bagi Hittler, ofensif kavaleri ke kota penting di Rusia itu merupakan obsesi tersendiri oleh karena serangan ke dua kota sebelumnya, yakni Stalingrad, dan Moskwo gagal total. Untuk itu, ia tak tanggung-tanggung mengerahkan korps-korps andalannya berikut jenderal-jenderal yg sangat menguasai taktik pertempuran kavaleri. Mereka ini adalah Marsekal Erich von Manstein, Marsekal Gunther von Kluge, dan juga tak ketinggalan Jenderal Heinz Guderian. Tak mau ambil resiko, Joseph Stalin juga mengerahkan Jenderal Gregori Zhukov, jago perang tank Rusia yg tak lain adalah seteru lama Guderian dalam serangan ke Moskow (1941).
  • Tak ayal, diwarnai dengan pengerahan tank-tank terbaru jenis Panther dan Tiger dari pihak jerman serta T-34 dan KV-1 dari pihak Rusia yg jumlahnya mencapai lebih dari seribu unit, ofensif ke Kursk pun akan selalu dikenang sebagai pertempuran kavaleri modern terbesar yg pernah ada. Hasilnya pun sudah bisa ditebak. Seperti mengulang sejarah Battle of Gettysburg, kedua pihak yg berseteru sama-sama mengalami kehancuran yg luar biasa. Baik Jerman maupun Rusia sama-sama kehilangan 350 tank.
  • Battle of Gettysburg dan ofensif ke Kursk pun tak ayal dinobatkan  sebagai pertempuran kavaleri paling spektakuler. Dari kedua pertempuran ini, kita bisa melihat betapa kavaleri memang bukan kekuatan biasa. Mereka adalah ujung tombak kekuatan darat, pasukan dengan prestise khusus, dan tak bisa dipungkiri pula akan selalu menjadi pendobrak pertama di berbagai medan pertempuran tersulit.
  • (dikutip dari: Angkasa Edisi Koleksi "The Great History of CAVALRY -Tangguh, Masif & Ofensif-")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar